Potret Peringatan Maulid di Musholah Ath Thoriq sindulang 1/viralsulut.com Manado, viralsulut.com - Ratusan warga kelur...
Manado, viralsulut.com - Ratusan warga kelurahan sindulang 1 lingkungan V, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) berkumpul di Mushola Ath - Thoriq untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan melantunkan sholawat dan memanjatkan doa bersama.
Kegiatan yang berlangsung di Mushola Ath Thoriq ini menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan, keteladanan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Diba oleh Grup Hadrah Al - Falah, pembacaan Kalam ilahi oleh Sdr. Fathur Rahman Saleh, Sambutan Ketua Panitia, oleh Sdri. Gustin Diko, Sambutan Ketua BTM Musholah Ath Thoriq, Bpk Ishak Ahaya, Sambutan Tokoh Agama/Masyarakat, Bpk. Jufri Lahabu, Hikma Maulid Oleh Ustd. Rizal Kasim.
Dalam ceramah ustd Rizal Kasim menjelaskan perbedaan istilah kata Milad, Maulid dan Maulud. Milad itu artinya ulang tahun, hari ini kita tidak merayakan hari ulang tahun nabi. adapun maulid artinya hari kelahiran, berarti bicara tangtang maulid itu bicara waktunya, sementara maulud fokus pada orangnya.
"Dalam Kalender Islam pergantian waktu itu diawali dengan masuknya waktu magrib, berati malam ini sudah masuk hari Senin dan saat ini kita tengah memperingati maulid nabi Muhammad Saw, hari Senin, 12 rabiul awal" beber ustd Rizal.
Dikatanya pula. Kenapa nabi itu tidak dikasi nama Ahmad, kenapa tidak dikasi nama Mahmud. Padahal artinya sama. Ahmad, Mahmud dan Muhammad artinya sama, Terpuji. Tetapi Allah ilhamkan kepada kakeknya nabi, Abdul Muthalib untuk memberikan namanya Muhammad.
"Ahmad itu artinya terpuji tapi batasannya ada terpuji hanya Disi Allah, adapun Mahmud artinya terpuji disisi manusia. Sedangkan Muhammad artinya Terpuji disisi Allah SWT dan terpuji disisi manusia." Ujar ustad Rizal.
Dikatakannya pulang, trus kenapa ada Walimah, toyopo dan Tolangga !? Ini merupakan tamsil, ini perumpamaan. nanti di padang masyar kita umatnya nanti akan berebutan syafaat seperti ini, itu maksudnya.
"Ini bakurampas, itu cuma perumpamaan. Jika anda di dunia, bakurampas begitu keras, baku lawang sapa yang paling kuat. Di Yaumil masyar juga kita akan seperti itu, akan mencari nabi. tapi sayang badan kita tidak bisa bergerak, maka saat itulah, syafaat nabi orang mau berebutan, Aina ya Rasulallah' Dimana engkau wahai Rasulullah. Jangankan kita para nabi pun mencari syafaat itu dan syafaat itu hanya ada pada Baginda Rasulullah Saw," jelas ustd Rizal.yang kemudian dilanjutkan dengan sholawat bersama. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan mewarnai kegiatan yang diikuti oleh seluruh jamaah musholah Ath Thoriq sindulang 1.
Namun, ada hal yang unik dan menarik, momen yang paling ditunggu-tunggu. Setelah rangkaian doa selesai, warga langsung berebut tolangga, yang isinya berupa aneka makanan, buah-buahan, hingga gunungan hasil bumi yang telah dikumpulkan di tengah jamaah.
Tak hanya itu, pengurus mushola juga menggantung ratusan hadiah. Mulai dari aneka jajanan, seperti Snack, minuman, kopi sanset, beras, gula, minyak, bumbu dapur, sabun mandi hingga sabun cuci.
Begitu prosesi dimulai, warga pun berdesak-desakan untuk mendapatkan makanan dan hadiah. Ada yang rela saling berhimpitan, bahkan terjatuh, demi membawa pulang hasil rebutan.
Tradisi ini telah dilakukan warga setempat. Bukan sekadar merayakan Maulid Nabi, akan tetapi tradisi tersebut juga menjadi simbol guyub rukun serta mempererat hubungan sosial antar warga. (ker)
COMMENTS